Kamis, 26 Juli 2012

mteri kuliah perspektif global

ARTI PENTING PERSPEKTIF GLOBAL
A.          Sejarah Peradaban Manusia
Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling istimewa yang memiliki kemampuan dalam menciptakan dan mengembangkan serta mengubah isi planet bumi dan kehidupannya sendiri (Sriartha, 2004) . peradaban manusia dimulai sejak zaman prasejarah. Berikut ini dijabarkan mengenai zaman prasejarah yang dimulai dari zaman prasejarah awal sam zaman neolitik.

Zaman Prasejarah Awal
Ciri-cirinya:
  • Manusia yang wujud pada zaman Paleolitik dan Mesolitik dikenali sebagai Pithecanthropus Erectus yang mampu untuk berkomiunikasi dan menurunkan ilmu yang dipelajari secara turun temurun.
  • Peralatan diperbuat daripada batu seperti kapak dan panah dan buatannya kasar.
  • Peralatan digunakan untuk berburu dan mengumpulkan hasil hutan.
Zaman Paleolitik Awal
Ciri-cirinya:
  • Aktivitas Zaman Paleolitik Awal ialah berburu, menangkap ikan dan mengumpulkan hasil hutan.
  • Masyarakat Paleolitik hidup berpindah-pindah.
  • Tempat tinggal mereka di dalam gua dan berlindung dibawah ranting
  • Peralatan dan barang-barang yang digunakan untuk upacara pengebumian.
Zaman Paleolitik Akhir
Ciri-cirinya:
  • Zaman ini pada 30.000 SM hingga 10.000 SM
  • penemuan rangka manusia di gua Cro Magnon di Dorgogne, Perancis.
  • Peralatan batu yang digunakan mempunyai kesenian berukiran halus.
  • Terdapat juga peralatan diperbuat dari tulang, tanduk atau gading binatang.
  • Mereka menggunakan tulang untuk membuat jarum.
  • Gigi binatang dan cengkerang di gunakan sebagai alat perhiasan seperti subang.
  • Masyarakat ini tinggal di dalam gua dan hidup dalam kelompok kecil serta mempunyai struktur sosial yang teratur.
  • Mereka berburu binatang dan hasil yang diperoleh dibagikan sama rata.
  • Pada zaman ini, mereka mempunyai kemahiran melukis dan mengukir.
  • Lukisan yang dihasilkan terdiri daripada gambar- gambar binatang yang dianggap dapat membantu mereka berburu.
Zaman Mesolitik
Ciri-cirinya :
  • Zaman ini sekitar 10 000 SM hingga 7 000 SM.
  • Zaman terjadi revolusi pertanian,  manusia mulai mendapatkan sumber makanan dari hasil pertanian.
  • Pertanian dijalankan dengan menggunakan bajak, untuk menggemburkan tanah.
  • Mereka menggunakan sistem terusan dan tali air seperti yang terdapat di Mesir dan Mesopotamia.
  • Mereka tinggal di dalam gua, pesisiran pantai dan sungai.
  • Mereka juga memelihara hewan seperti anjing, babi, unta dan lain-lain
Zaman Neolitik
Ciri-cirinya :
  • Manusia zaman ini mulai menciptakan tembikar, alat tenun, perahu dan rakit (yang digunakan untuk berhijrah dari satu tempat ke satu tempat).
  • Perkembangan pertanian telah melahirkan masyarakat yang bergantung pada sumber makanan utama dan mengubah corak hidup manusia.
  • Pertambahan hasil pertanian, pertambahan penduduk dan penempatan kekal telah mewujudkan pengkhususan kerja dalam masyarakat mereka.
  • Wujud di kalangan mereka yang bekerja sebagai petani dan tukang-tukang mahir yang melahirkan struktur lapis masyarakat yang kompleks.
  • Hasil pertanian telah diperdagangkan dengan menggunakan kaedah sistem barter antara pemilik barang yang satu dengan  yang lainnya.
  • Dari segi keagamaan mereka percaya kepada hal ghaib serta menjalankan menjalankan upacara ritual.
  • Mereka menjalankan upacara pemujaan supaya dapat mengelakkan atau terhidar dari malapetaka yang akan mengganggu aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari mereka.
Menurut Toffler 1990 dalam sejarah kehidupan manusia telah menjadi tiga gelombang perubahan yang paling bermakna.
a)      Perubahan  gelombang pertama (the first wave) di mulai sekitar 8.000 tahun sebelum masehi yakni dengan ditemukannya kegiatan bercocok tanam. Pada masa ini terjadi pemujaan kesuburan (fertility cult). Sehingga tanah menjadi bagian penting dari kesejahteraan. Pemujaan Nenek moyang (Ancestor worshipment). Pendahulu mewariskan ilmu pengetahuan pertanian. Manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian. Tanah merupakan dasar bagi kegiatan ekonomi, kehidupan sosial budaya, struktur, sosial dan politik. Hubungan antar manusia sangat akrab, personal, dan komunikasi bersifat sederhana.
b)      Perubahan gelombang kedua (the second wave) yang ditandai dengan di mulainya peradaban industri dengan “ Revolusi Industri”  yang merombak.
c)      Perubahan arus gelombang yang ke-tiga (the Third wave) terjadi di penghujung abad  20 yang terkenal dengan fenomena- fenomena revolusi informasi sebagai akibat  sebagai kemajuan teknologi eletronik terutama kemajuan telekomunikasi (Sriartha, 2004). Peradaban yang didukung oleh kemajuan teknologi komunikasi dan pengolahan data, penerbangan sampai ke luar angkasa, energi alternatif serta adanya rekayasa genetika dan bioteknologi, sangat penting peranannya di dunia. Pada era ini jaringan komunikasi, data dan informasi, komputer, dan teknologi modernlah yang terpenting. Informasi merupakan faktor penentu semua aktivitas manusia (Sitompul, 2002).

Pengertian Revolusi
Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan yang telah berlangsung selama ratusan tahun. (http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi, 2010) .


Revolusi Pertanian
Berakhirnya zaman es sekitar 11.000 tahun sebelum Masehi (SM) menjadikan bumi lebih hangat dan mengalami musim kering yang lebih panjang. Kondisi ini menguntungkan bagi perkembangan tanaman musiman, yang dalam waktu relatif singkat memberikan hasil dan biji atau umbinya dapat disimpan. Ketersediaan biji-bijian dan polong-polongan dalam jumlah memadai memunculkan perkampungan untuk pertama kalinya, karena kegiatan perburuan dan peramuan tidak perlu dilakukan setiap saat. Contoh budaya semacam ini masih terlihat pada masyarakat yang menerapkan sistem perladangan berpindah (slash and burn) di Kalimantan dan Papua.
Berdasarkan bukti-bukti peninggalan artefak, para ahli prasejarah saat ini bersepakat bahwa praktik pertanian pertama kali berawal di daerah "bulan sabit yang subur" di Mesopotamia sekitar 8000 SM. Pada waktu itu daerah ini masih lebih hijau daripada keadaan sekarang. Berdasarkan suatu kajian, 32 dari 56 spesies biji-bijian budidaya berasal dari daerah ini. Daerah ini juga menjadi satu dari pusat keanekaragaman tanaman budidaya (center of origin) menurut Vavilov. Jenis-jenis tanaman yang pertama kali dibudidayakan di sini adalah gandum, jelai (barley), buncis (pea), kacang arab (chickpea), dan flax (Linum usitatissimum).
Di daerah lain yang berjauhan lokasinya dikembangkan jenis tanaman lain sesuai keadaan topografi dan iklim. Di Tiongkok, padi (Oryza sativa) dan jewawut (dalam pengertian umum sebagai padanan millet) mulai didomestikasi sejak 7500 SM dan diikuti dengan kedelai, kacang hijau, dan kacang azuki. Padi (Oryza glaberrima) dan sorgum dikembangkan di daerah Sahel, Afrika 5000 SM. Tanaman lokal yang berbeda mungkin telah dibudidayakan juga secara tersendiri di Afrika Barat, Ethiopia, dan Papua. Tiga daerah yang terpisah di Amerika (yaitu Amerika Tengah, daerah Peru-Bolivia, dan hulu Amazon) secara terpisah mulai membudidayakan jagung, labu, kentang, dan bunga matahari.
Kondisi tropika di Afrika dan Asia Tropik, termasuk Nusantara, cenderung mengembangkan masyarakat yang tetap mempertahankan perburuan dan peramuan karena relatif mudahnya memperoleh bahan pangan. Migrasi masyarakat Austronesia yang telah mengenal pertanian ke wilayah Nusantara membawa serta teknologi budidaya padi sawah serta perladangan (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_pertanian).

Revolusi Industri
Revolusi industri merupakan perubahan radikal (secara menyeluruh) struktur masyarakat agraris ke industri serta perubahan penggunaan sarana produksi dari tenaga manusia ke tenaga mesin. Tahapan perkembangan menuju Revolusi Industri:
a)      Industri Rumah Tangga (home industry),
Produksi barang dilakukan di dalam rumah tangga dan bersifat musiman. Proses produksi dilakukan secara manual dan tidak terspesialisasi. Pekerja, para pekerjanya ialah anggota keluarga sendiri. Tujuannya terutama  untuk pemenuhan kebutuhan sendiri.
b)      Industri Manufaktur
Tersedia tempat kerja yang pekerjanya kurang lebih 10 orang, yang bekerja di halaman belakang rumah. Kemudian dibagian depan tempat kerja dibangun toko untuk menjual hasil industri. Jadi di tempat bekerja tersebut langsung terdapat tempat pemasaran.
c)      Industri Pabrik
Telah mengenal pabrik dengan teknologi mesin industri. Buruh hanya bekerja sebagai orang yang memproduksi atau menghasilkan barang-barang dengan menggunakan mesin industri. Sedangkan,  penjualan diserahkan pada bagian pemasaran (http://adhyparker.blogspot.com/2009/01/hubungan-merkantilisme-revolusi.html).
Latar belakang munculnya revolusi industri :
a)      Meletusnya Perang Salib (1096-1291) yang menghubungkan antara Negara Eropa dan dunia Timur yang menyebabkan terjalin hubungan dagang antar keduanya.
b)      Munculnya kota-kota dagang di Eropa seperti Florence, Venesia, Genoa, yang diikuti dengan munculnya usaha-usaha industri kecil atau industri Rumah Tangga.
c)      Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar (http://adhyparker.blogspot.com/2009/01/hubungan-merkantilisme-revolusi.html).
Revolusi Informasi
Cepatnya revolusi informasi telah menimbulkan permasalahan sosial mengenai masyarakat informasi. Jika dibandingkan antara masyarakat pertanian dengan masyarakat informasi, perubahan yang terjadi memerlukan waktu 100 tahun ke masyarakat industri dan 20 tahun ke masyarakat informasi. Perubahan yang cepat ini membuat masyarakat harus mengantisipasi masa depannya.
Pengaruh perubahan masyarakat industri ke masyarakat informasi menyangkut orientasi masyarakat yang menjurus pada masalah ekonomi. Bidang komunikasi banyak memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat. Banyak sektor profesi yang harus diisi dalam bidang informasi, baik sektor barang atau jasa. Misalnya reporter, programer, juru kamera, penyuntingan gambar dan berita, tenaga periklanan, pengolahan dan pemrosesan data dan lain-lain (Sitompul, 2002).
Dengan munculnya masyarakat informasi, muncul pula ekonomi informasi. Industri pabrik berubah menjadi industri informasi. Kemajuan teknologi komunikasi menyangkut semua unsur dalam prosesnya, baik pula pada teknologi pengirim, penyalur, pembagi atau penerima pesan yang membawakan informasi kepada orang yang dituju (Sitompul, 2002).

B.     Era Global
Arus globalisasi baru mendapat perhatian yang serius dari berbagai Negara manakala teknologi, terutama informasi, komunikasi dan transportasi, berkembang sedemikian cepatnya. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, maka peristiwa di negara lain dalam waktu yang bersamaan diketahui oleh penduduk Negara lain. Demikian juga melalui kemajuan teknologi dalam ketiga bidang tersebut (informasi, komunikasi, dan transportasi) menyebabkan pembauran antarbangsa menjadi semakin kompleks dan ini berpengaruh pada adanya pembauran sistem nilai dan pola hidup. Fenomena globalisasi lain yang juga segera dijalankan adalah sistem perdagangan dunia mengacu pada satu sistem (Sriartha, 2004) .
Proses globalisasi disamping ditandai oleh kemajuan teknologi informasi dan transportasi juga ditandai dengan pesatnya perkembangan paham kapitalisme, yakni semakin terbukanya dan mengglobalnya peran pasar, investasi dan proses produksi dari perusahaan-perusahaan transnasional, yang kemudian dikuatkan oleh ideology dan tata dunia perdagangan baru di bawah suatu aturan yang ditetapkan oleh organisasi perdagangan bebas secara gloabal (Sriartha, 2004).
Menurut Selo Sumardjan dalam Sriartha (2004) mengungkapkan tentang pandangan Alvin Toffler, menyatakan bahwa masyarakat di dunia telah mengalami empat gelombang besar, yaitu gelombang pertama ditandai dengan berkembangnya meramu, kedua adanya aktifitas pertanian, ketiga ditandai dengan berkembangnya aktivitas industri keempat ditandai dengan berkembangnya media informasi yang sering pula disebut dengan post-indrustri.
C.          Pengertian Globalisasi
Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985. Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial (Sriartha, 2004).
Beberapa pengertian mengenai globalisasi berikut ini :
a)      Globaliasi dapat diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
b)      Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan diantara dan elemen-elemennya yang terjadi akibat dan perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
c)       Globalisasi adalah proses, di mana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.
d)      Globalisasi adalah proses meningkatnya aliran barang, jasa, uang dan gagasan melintasi batas-batas negara.
e)       Globalisasi adalah proses di mana perdagangan, informasi dan budaya semakin bergerak melintasi batas negara.
f)        Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik, dan pertukaran kebudayaan.
g)      Globalisasi merupakan gerakan menuju terciptanya pasar atau kebijakan yang melintasi batas nasional (Sriartha, 2004).
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain (Anonim, 2009).
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. (http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Globalisasi&action=edit)
Globalisai adalah proses kebudayaan yang ditandai dengan adanya kecenderungan wilayah-wilayah didunia baik geografis maupun fisik, menjadi semakin sempit, sehingga itensitas interaksi atau dialog format sosial, budaya, ekonomi, politik semakin intensif (Nugroho, 2001; Rachbini, 2001; Thompson, 2001 dalam Sriartha, 2004 ). Hal itu tidak bisa dilepaskan dari adanya kemajuan teknologi transportasi dan media komunikasi kebudayaan sehingga arus manusia, citra, komoditas, uang, informasi, dan ide termasuk didalamnya teknologi sangat deras mengalir dari pusat ke pingiran  atau dari Negara maju ke Negara-negara yang sedang berkembang pada skala global (Lull, 1998 dalam Sriartha, 2004). Sehubungan dengan hal itu ada yang menyatakan bahwa fenomena itu akan mengakibatkan suatu integrasi semua system-sistem kecil menjadi satu yakni system global atau kehidupan global. Terjadinya hal itu disebabkan oleh dua hal utama, yaitu: Pertama, dewasa ini media dan teknologi komunikasi terus berkembang sedemikian cangih sehingga arus globalisasi dapat menembus ke segala penjuru masyarakat dimana pun berada  Kedua, dewasa ini arus mobilitas subyek manusia melalui kontak langsung kebudayaan seperti traveler, turisme, migrasi penduduk, dan sebagainya. Semakin meningkat berkat kemajuan teknologi transportasi modern. Fenomena demikian itu meningkat tidak hanya secara kuantitatif (jumlah) tetapi juga secara kualitatif (mutu). Melalui teknologi komunikasi dan transportasi tersebut mereka saling memberi dan menerima unsur budaya masing-masing yang dibawa dan disebarkan ke negara masing-masing dalam proses yang dinamis (berubah-ubah).
Dalam konteks historis globalisasi dalam arti khusus memang bukan merupakan gejala baru bagi masyarakat dunia. Hal ini terlihat dari adanya sentuhan budaya global terhadap budaya lokal. Adanya sentuhan budaya global sudah tampak sejak jaman prasejarah, baik pada jaman batu maupun pada jaman logam (Ardika, 1997 dalam sriartha, 2004). Sentuhan  budaya global terus berkembang sejalan dengan dinamika sejarah kebudayaan umat manusia. Pengaruh globalisasi  masuk ke dalam berbagai unsur budaya atau aspek kehidupan.

Sejarah Globalisasi
 Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antar negara sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut untuk berdagang.
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.
Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi (penelitian) dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Seperti Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. Berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer dan internet.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional (terjadi atas berbagai negara) di dunia. Di Indonesia misalnya, sejak politik pintu terbuka (terbuka dengan berbagai Negara di dunia), perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Contohnya Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi (http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi).

Ciri-ciri globalisasi

Adapun  cir-ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia:

  • Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui arus pariwisata dari wisata mancanegara memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang bervariasi dan unik.
  • Pasar dan produksi ekonomi di berbagai Negara di dunia menjadi saling bergantungan sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional (terjadi atas berbagai Negara).
  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). Saat ini, kita dapat mengkonsumsi dan mendapat pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan dari berbagai belahan dunia. (Anonim, 2010)
  • Meningkatnya masalah bersama, misalnya dalam bidang lingkungan hidup, contohnya sampah (Anonim, 2010).

  1. Dampak Positif dan Dampak Negatif dari Globalisasi
Dilihat dari beberapa bidang ternyata globalisasi memiliki dampak yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
a)      Dampak globalisasi dalam bidang ekonomi, antara lain: Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional (antar berbagai negara). Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, dan WTO (Anonim, 2010).
b)      Dampak Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya: semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD (Anonim, 2010).
c)      Dampak Globalisasi dalam bidang Politik, negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Disamping itu dalam bidang politik, dampak globalisasi antara lain adalah dengan perubahan sistem kepartaian yang dianut, sehingga memunculkan adanya partai baru-partai baru; kesadaran akan perlunya jaminan perlindungan hak asasi manusia HAM), terjadinya perubahan system ketatanegaraan, pelaksanaan pemilihan umum untuk anggota–anggota parlemen, pemilihan Presiden dan Wapres, Pemilihan Gubernur dan Wagub serta pemilihan Bupati dan Wabup/ Walikota dan Wakil Walikota yang dilaksanakan secara langsung (Anonim, 2010).

Adapun dampak positif dan dampak negatif dari globalisasi yaitu:
a)      Dampak positif Globalisasi :
v  Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
v  Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
v  Mudah melakukan komunikasi.
v  Cepat dalam bepergian ( mobilitas tinggi ).
v  Menumbuhkan sikap toleran.
v  Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
v  Mudah memenuhi kebutuhan
b)      Dampak negatif globalisasi:
v  Perilaku konsumtif, artinya perilaku yang hanya suka memakai, atau menggunakan.
v  Pengeluaran yang berlebihan atau boros dan mudah meniru perilaku yang buruk
v  Mudah terpengaruh oleh hal yang bersifat kebarat-baratan (http://mustofasmp2.wordpress.com/2009/01/04/dampak-globalisasi/, 2009 ).
  1. Pentingnya Perspektif Global Diajarkan di Sekolah-Sekolah
Pendidikan berwawasan global penting bagi proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan anak didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat kompetitif dan dengan derajat saling menggantungkan antar bangsa yang sangat tinggi. Pendidikan harus mengkaitkan proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Dengan demikian, sekolah harus memiliki orientasi nilai, di mana masyarakat tersebut harus selalu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat dunia.
Dengan demikian pentingnya wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan ialah sebagai langkah upaya dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Dengan wawasan perspektif global kita dapat menghindarkan diri dari cara berpikir sempit dan terkotak-kotak oleh batas subyektif sehingga pemikiran kita lebih berkembang. Kita dapat melihat sistem pendidikan di negara lain yang telah maju dan berkembang (http://www.fsrd.itb.ac.id/wp-content/uploads/Globalisasi.pdf)






DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. http://adhyparker.blogspot.com/2009/01/hubungan-merkantilisme-revolusi.html. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2010.
Anonim, tt. http://www.fsrd.itb.ac.id/wp-content/uploads/Globalisasi.pdf. diakses pada tanggal 15 Oktober 2010.
Anonim. 2009. http://mustofasmp2.wordpress.com/2009/01/04/dampak-globalisasi/. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2010.
Anonim. 2010. http://www.crayonpedia.org/mw/Ciri-Ciri_Globalisasi_9.2. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2010.
 Anonim. 2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2010.
Anonim. 2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2010.
Anonim. 2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_pertanian. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2010.
Sitompul, Mukti. 2002. Konsep-konsep Komunikasi Pembangunan. Diakses di internet pada tanggal 15 Oktober 2010.
Sriartha, dkk. 2004. Perspektif Global. IKIP SINGARAJA(tidak diterbitkan).




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar